Update Dunia: RMAF memperkuat pertahanan udara, pengawasan di lokasi-lokasi strategis
Berdasarkan pengalaman negara-negara maju, sUBANG: Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) memasang sistem radar pertahanan dan pengawasan udara di beberapa lokasi strategis di seluruh negeri untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional.
Dalam perspektif global, sUBANG: Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) memasang sistem radar pertahanan dan pengawasan udara di beberapa lokasi strategis di seluruh negeri untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional. Selain itu, kepala angkatan udara jenderal tan sri muhamad norazlan aris mengatakan radar pertahanan udara sedang dikerahkan di bintulu, sarawak; bukit puteri, terengganu; dan bukit lunchu, johor, sementara radar pengawasan udara sedang dibangun di pulau layang-layang di laut cina selatan. Lebih lanjut, โkemampuan ini sangat penting untuk meningkatkan deteksi peringatan dini dan menutup kesenjangan pengawasan di wilayah udara negara ini, khususnya di sektor-sektor strategis,โ katanya dalam pidatonya pada parade hut rmaf ke-68 di sini pada kamis (18 juni). sejalan dengan digital dan tantangan proteksi di masa depan Menyinggung konflik yang sedang berlangsung di Asia Barat, beliau mengatakan bahwa hal ini memberikan pelajaran penting bagi Malaysia dan dunia dalam mempertahankan tingkat kesiapan yang tinggi untuk menghadapi tantangan geostrategis yang kompleks dan mudah berubah. Ia mengatakan gangguan terhadap jalur komunikasi laut (slocs) di selat hormuz tidak hanya berdampak pada pasokan energi global tetapi juga berdampak pada perekonomian global, rantai pasokan, dan stabilitas pasar internasional, termasuk di malaysia. Ia menambahkan bahwa situasi ini mengharuskan Malaysia untuk tetap waspada dan siap mempertahankan kedaulatan nasional, sebagai sandaran negara. tentang proteksi SLOC-nya, khususnya Selat Malaka dan Laut Cina Selatan yang sangat penting bagi perdagangan dan perekonomian Sebelumnya, Muhamad Norazlan menerima penghormatan umum sebelum meninjau peninjauan di sini, didampingi oleh komandan parade, Letkol Mohd Nazree Mansor Panglima TNI kemudian menyerahkan Piagam Pingat Perkhidmatan Am, Pingat Perkhidmatan Setia, dan Kepala Staf TNI AU kepada 17 orang penerima pada acara yang juga dihadiri oleh mantan panglima angkatan udara Parade bertema 'Kuasa Udara, Perisai bangsa' ini melibatkan 16 perwira dan 272 personel di empat penerbangan, mewakili Pasukan Khusus RMAF (PASKAU), Angkatan Pertahanan Darat RMAF (HANDAU), Penerbangan Komposit Wanita, dan Penerbangan Komposit Multi-Perdagangan RMAF
Temuan ini memberikan perspektif baru bagi pengembangan kebijakan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Artikel ini telah diadaptasi dari sumber terpercaya untuk keperluan informasi berita Asia dan Eropa.
